Showing posts with label Wonderful Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Wonderful Indonesia. Show all posts

3.10.2016

Liburan di Semenanjung Malaka : Tanjung Balai Karimun (Day 2)

31 Desember 2015. Hari terahir di tahun 2015.
Pagi ini gw diajak keliling kota Tanjung Balai Karimun buat nyari sarapan. Lagi-lagi vintage! Alamaak...kece banget ni arsitektur kota nya, berasa balik di jaman kolonial. halah! Kebanyakan warga sini menghabiskan paginya di kedai-kedai kopi yang banyak beredar di seluruh kota. Menu yang ditawarkan juga beragam ada lontong sayur, nasi lemak, roti prata, laksa ada juga mie lendir. 
Kenyang sama sarapan pagi ini, kita mau siap-siap lagi buat menuju spot wisata lain nya di Tanjung Balai Karimun ini. Kali ini kita mau ke sebuah danau kaolin yang gak beda jauh lah ya sama yang ada di Belitung.hee Gak dibuka untuk umum sih, mungkin karena lokasi nya masih ada di dalam kawasan pertambangan. Buat kesini jaraknya lumayan jauh dari pusat kota, sekitar 1 jam perjalanan dengan keadaan jalanan kosong, kebayang kan jauhnya. 

Jujur sih, kita aja nyusup-nyusup masuk semak-semak buat sekedar foto-foto ria.hehee dan sampai detik ini pun kita belum tau nama danau itu, kita sendiri aja update status di Path nyebutnya suka-suka ada yang danau hijau, danau biru, danau biru telor asin..bebas lah!hahaa 
Sayang nya keindahan danau ini gak bisa kita nikmatin lama-lama karena tiba-tiba hujan deras.
 
 
Hari makin sore, hujan makin deras, perjalanan masih panjang tapi perut udah keroncongan. Setelah hujan agak reda, akhirnya kita meluncur lewat jalur lain menuju jalanan baru dekat arah Pelabuhan dan Alun-alun kota, jalan ini masih diratakan dan beraspal tipis yang kadang sebagian lain nya bahkan belum diaspal. Katanya jalan ini akan jadi jalan utama yang akan menghubungkan tiap sudut pulau ini. Untunglah di salah satu sudut jalanan ini kita nemuin warung makan. Aaaah senangnya...

Disini mereka menyajikan menu khas juga, yaitu Laksa Kuah, Laksa Goreng dan Lendot. Laksa di sini beda dengan laksa yang biasa gw makan di Jakarta pake lontong. Laksa disini pakainya aci/sagu berbentuk kriting semacam cetakan krupuk basah yang bisa dikuahin atau digoreng. Kalau Lendot sendiri, gw bilang sih aneh bin ajaib banget ni makanan, nama nya juga baru gw dengen di sini. Isinya siput sedot, potongan kangkung yang dicampur kuah bening kental, gak kalah aneh kan isi nya? tapi yaah...itulah kekayaan kuliner nusantara yang harus kita banggain. hee

Detik-detik Tahun Baru.
Hujan masih belum berhenti walaupun langit makin gelap, tapi yaah namanya juga malam tahun baru, ada aja rombongan motor yang masih semangat seliweran di jalanan. Kalau kita sendiri sih lebih milih mager di rumah Puput sambil bikin acara barbeque sendiri. Makin mendekati countdown makin semarak langit di pulau ini, kalau gak ujan sih mungkin kita udah meluncur ke salah satu bukit deket sini buat ngeliat langit tahun baru di negeri seberang yang katanya bisa keliatan. Akhirnya dwuaarr...suara kembang api dari sudut rumah pun bergema, kita sorak-sorai sambil nikmatin musik dari DJ mixer milik abang nya Puput. Suasana makin semarak saat ada surprise birthday cake buat Mama nya Puput, iringan lagu Happy Birthday, ucapan selamat Tahun baru dan doa untuk semua mengiringi Hari baru di Tahun 2016 ini. Meski pun liburan tahun baru jauh dari keluarga sendiri, berada di tengah-tengah kehangatan keluarga sahabat juga jadi begitu berarti. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu mengiringi hari-hari di tahun yang baru ini...

HAPPY NEW YEAR 2016 -

2.21.2016

Liburan di Semenanjung Malaka : Tanjung Balai Karimun (Day 1)

30 Desember 2015. Lagi-lagi mengejar First Flight.
Pagi itu, langit masih begitu gelap, gw tinggalkan bilik kosan di area barat Ibu Kota. Sebuah mobil Xenia putih hasil order menggunakan aplikasi penyedia mobil sewaan yang kehadiran nya masih menjadi kontroversi di negeri udah siap menjemput menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tapi yah gak bisa dipungkiri juga kalo kebutuhan akan jasa seperti ini yang gw butuhkan sebagai penyelamat. Sebelum menuju bandara, dua partner travel gw kali ini (Dian & Karima) sudah menunggu di jalur searah untuk dijemput dan bersama-bersama menuju bandara. Dan satu orang partner lain nya yang juga sebagai tuan rumah langsung ketemuan di Bandara. Yups kali ini gw akan liburan menuju kampung halaman seorang teman di Semenanjung Malaka, tepatnya di Pulau Tanjung Balai Karimun, yang masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau, sebut saja dia Puput. hahaa
Liburan akhir tahun di tanjung balai karimun
Sebuah pulau kecil di semenanjung Malaka yang mungkin belum banyak orang tahu tentang nya. Berbeda dengan brother island nya Pulau Batam yang sudah banyak dikenal orang, Letaknya gak begitu jauh dari Pulau Batam, Karena itulah penerbangan kita harus menuju Batam lebih dulu, karena belum ada penerbangan langsung menuju Tanjung Balai Karimun. Dari Bandara kita harus menuju Harbour Bay Batam, sekitar 20 menit dari Bandara Hang Nahim, Batam, Dari Harbour Bay tersebut hanya butuh waktu menyeberang sekitar satu jam.
Hari masih pagi saat kami sampai di Tanjung Balai Karimun, suasana Pelabuhan yang begitu ramai dengan bahasa melayu nya, gak aneh juga kalau sebagian besar warga sini berbahasa melayu, karena warga sini darah rumpun melayu nya masih sangat kental apa lagi dulu memang pernah menjadi bagian dari kerajaan Malaka. Setelah dijemput di pelabuhan, sampailah kami di rumah Puput, kami langsung disuguhi menu seafood aneka rupa. almaakkk....gak mampu menolaknya perut ini!!! Kepiting asam manis, siput sedut dan kerang dara menjadi pereda rasa lapar kami siang itu. Kalappp!!!

Kenyang dengan urusan perut dan beristirahat sejenak, sore hari nya kami memulai perjalanan menyusuri pulau ini. Sebuah pantai sebelah barat pulau menjadi tujuan kami, yang dikenal dengan nama Pantai Pelawan, sebuah pantai dengan pasir putih halus dengan banyak saung-saung kecil di tepian nya. Di sini juga kami menikmati sunset sambil menyantap mie instan, karena kebetulan hujan sempat menyambut kami di perjalanan.hee

Setelah puas menikmati sunset di Pantai Pelawan, kami langsung menuju ke kawasan pasar malam akau. Sebuah pasar malam ala kawasan pecinan yang banyak menyuguhkan beragam barang-barang n menu kuliner pastinya. Setelah muter-muter pasar ahirnya kita mutusin buat menikmati berbagai menu khas daerah ini. Seporsi Martabak kari, Kwetiaw goreng, Sate Padang, Otak-otak, Miso (semacam soto mie) dan pastinya Teh tarik yang jadi minuman andalan khas melayu sini.
Tempat makan nya juga punya lokasi yang istimewa juga, klasik n vintage dengan konsep terbuka khas masa lalu dengan meja-meja kecil dikelilingi beberapa kursi malas berlapis lilitan tali berbahan lateks yang dulu sering gw temuin di rumah kakek nenek gw, jaman sekarang sih udah gak pernah liat lagi kursi semacam itu.heee

 Kalap-kalap deh sama deretan menu penutup malam ini, kita balik ke rumah puput buat istirahat.
Menu liburan akhir tahun yang menyenangkan...alamaakkkk!!!

11.30.2015

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 2)

Pagi kembali menyapa..saat nya lanjutin perjalanan ke Ubud. 
Mumpung masih di sekitar Kuta, kita sempetin diri buat mampir ke Pasar Seni Merta Nadi di Legian yang gak jauh dari hotel. Sambil jalan-jalan kita mutusin buat nyari tiket speedboat ke Gili yang banyak ditawarin travel-travel agent di sepanjang jalan. Dari harga di brosur n real nya ternyata cukup jauh juga harga antara turis lokal macam kita n buat bule. Lumayan bisa dapetin harga setengahnya kurang..plus di pick up di Ubud.yeayy!!

Setelah selesai dengan urusan hunting souvenir, kita balik ke hotel. Kebetulan ada temen kuliah yang sekarang stay di Bali n baru bisa meet up hari ini. Cerahnya Bali pagi tadi ternyata langsung berubah begitu kita sampai di Denpasar buat ke tempat makan Ayam Betutu khas Bali yang dijamin halal, karena yang punya muslim. Cuaca langsung berubah drastis dari cerah jadi mendung n hujan gede, tapi syukurlah gak begitu lama. Empat ekor ayam betutu utuh  ludes seketika.
Gak kerasa hari mulai sore bersamaan dengan perjalanan kami menuju Ubud. Belum sampai di Ubud, kita mutusin buat mampir ke sebuah pura di daerah Mengwi, Kabupaten Badung. Sebuah pura dengan keindahan taman air dan bangunan khas nya membuat takjub mata-mata kami.

Selesai dengan  kunjungan ke Pura Taman Ayun, kami langsung menuju hotel di Ubud yang kami pesan sebelumnya via online. Dengan harga 300ribuan, cukup terjangkau untuk sebuah kamar tipe paviliun lengkap dengan AC, bathtube, teras pribadi dan kolam renang plus breakfast pastinya.
Hari sudah semakin sore saat kami tiba di Ubud, selesai dengan urusan check in kami langsung meluncur mencari makan malam. Dan ahirnya Bebek Bengil pun jadi pilihan kami malam ini. Yaaah walaupun gw ga terbiasa dengan bebek alias gak suka, ahirny kepaksa makan juga. Jadilah malam ini juga untuk pertama kali nya gw makan bebek. Heheeheee
Sayang kebersamaan di Ubud hanya semalam, karena besok siang kami harus meninggalkan Ubud menuju destinasi selanjutnya. Yeaahh!!!


*) Baca Day 1 nya juga ya...!!!

10.20.2015

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 1)


Biru. Cerah nya Pantai Kuta menyambut kami pagi itu. Pagi pertama yang kami temui setelah semalam, tepat nya tengah malam atau pagi buta pesawat kami landing di Bandara Ngurah Rai meninggalkan pekat nya langit Ibu Kota dan segudang pekerjaan.

Setelah memesan taksi bandara kami meluncur ke hotel tempat kami bermalam di kawasan Legian, Kuta. Lengangnya jalanan di tengah malam gini bikin semua berjalan mulus.
Malam terlalu lelah untuk sekedar berjalan di sekitaran hotel, empuk nya kasur dan dingin nya AC lebih menarik buat kami.

Pagi ini, Semangat 45 menyulut tekad kami menyusuri Pantai Kuta yang hanya berjarak tak sampai satu kilo meski agak terik di jam 10 pagi. yes we are in BALI!!! Lupain JAKARTA!!! teriak gw dalam hati. Planning hari ini adalah keliling Bali. Berkat bantuan temen baik gw Maya yg emang tinggal di Bali, kami dapat mobil rental untuk seharian milik karyawan suaminya. Gak mau ribet nyetir sendiri, kita milih buat pake driver biar waktu ga banyak terkuras buat nyari rute.heee

Dari kawasan Kuta kami langsung meluncur ke kawasan selatan Bali, di daerah Badung untuk mengunjungi  Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Sebuah taman wisata budaya yang juga menjadi landmark baru bagi pariwisata Bali. Tidak hanya bentang alam dan kemegahan patung Dewa Wishnu dan garuda berukuran raksasa saja yang bisa ditemui di sini, kita juga bisa menyaksikan pertunjukan seni tari khas bali secara gratis di dalam amphitheatre dan juga toko souvenir khas Bali di GWK Souvenir Shop dan Bali Art Market. Terik nya matahari tak menyurutkan niat kami berpanas-panasan mengabadikan setiap moment dengan kamera DSLR dan handphone kesayangan.
Dari kawasan GWK kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Dreamland di daerah Pecatu. Pantai ini berada di kompleks Bali Pecatu Graha, sebuah proyek gagal milik Tommy Soeharto. Untuk bisa bersantai di pantai ini pengunjung harus memarkirkan mobil mereka di area parkir khusus dan melanjutkan perjalanan ke pantai dengan mobil shuttle khusus pengunjung. Pantai pasir putih, birunya langit dan beningnya lautan berkilauan menyambut kami. Sayangnya di sini kami gak niat buat main air, cuma sekedar foto-foto cukup buat kami.heee
Matahari udah ngelewatin masa teriknya,,saat kita ninnggalin pantai Dreamland, dari situ kita langsung meluncur ke salah satu pantai yang cocok banget buat berendam di air yang tenang. Tapi sbelumnya kita ngisi perut dulu di salah satu tempat makan yang ada di sepanjang jalur Pecatu, namanya Warung Cikgo Ribs & Crab buat nyobaik menu spesial kepitingnya..mantap banget rasanya!

Selesai dengan seporsi kepiting n makanan pendamping lainnya, perjalanan pun berlanjut buat kembali mantai. masih di sepanjang jalur Pecatu ke arah Uluwatu, kita mampir ke Pantai Padang-padang yang makin terkenal gara-gara jadi salah satu setting film Eat-Pray-Love yang terkenal itu. Dan meenn...pantai ini beda banget sama pantai-pantai yang biasa nya kita temuin. Air laut yang tenang, jernih dan pasir pantai putih yang lembut bikin hati berasa adem. Gak pake mikir, kita langsung ambil ancang-ancang buat nyamperin jernihnya air laut yang ada di depan kita. Kami pun berenang kesana kemari, nyelamin setiap sudut pantai yang tenang ini. awesome...
Sayangnya kenikmatan ini harus berahir saat hari makin sore, dan kita masih punya pe-er buat ngejer sunset n spectashow di Pura Luhur Uluwatu. hohohooo

Gak butuh waktu lama buat sampai di Pura Luhur Uluwatu dari Pantai Padang-padang, karena emang lokasinya masih sejalur. Ahirnya kita sempet juga nemuin sunset di Pura Luhur Uluwatu, sebentar foto-foto kita langsung ambil tiket buat nonton Tari Kecak khas Bali yang udah kesohor itu. 

Di salah satu sudut Pura, berdiri sebuah arena pertunjukan yang emang khusus buat pertunjukan Tari Kecak. Sebuah bangunan semi permanen yang dibangun ala colosseum Roma dengan background keindahan langit dan laut lepas sepanjang sunset yang gak bisa terbantahin lagi keindahan nya. siap menemani. 

Alunan musik gamelan khas Bali mulai mengalun, pertanda pertunjukan siap di mulai. Sebuah obor bercabang menyala di tengah stage, dan gak lama sekumpulan pemuda berkostum sarung kotak-kotak hitam putih tanpa baju muncul melingkari obor sambil terus bernyanyi ala acapela dengan lirik berbunyi cakcak..cakcak..cakcak...diselingi tembang-tembang bahasa Bali yang gak gw ngerti apa artinya.hee 
Semakin menarik saat beberapa penari wanita masuk ke tengah kerumunan dengan gerakan gemulainya, lalu diganggu beberapa sosok tinggi besar berwajah garang yang mencoba uuntuk menculiknya, stelah terjadi keributan ahirnya munculah seekor monyet putih yang gw kenal sebagai Hanoman, dan ahirnya gw memahami ini cerita apa. yaapph...sebuah legenda Ramayana yang kita semua pasti udah sedikit banyak tahu. Telat banget gw nyadarnya, padahal pas nerima tiket masuk kita dikasih kertas tentang cerita pertunjukan kali ini. owalaahh gak ngeh dan gak sempet baca gw..hahahaaa

Selesai semua urusan di kawasan Selatan Bali, kita kembali ke pusat keramaian di Kuta, kembali ke hotel, mandi dan bersih-bersih buat lanjut ngejelajahin kehidupan malam nya Kuta.hehehee....

- nite -

7.21.2014

Sawarna Penuh Warna

Langit mulai memancarakan sinar merahnya saat gw dan rombongan sampai di tepi Pantai Karang Hawung Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Rasa capek n ngantuk berhasil menuhin pikiran gw yang hampir 6 jam berkutat dengan perjalanan berliku menuju Pelabuhan Ratu. Apa lagi gw duduk di bangku depan sebelahan sigit yang bertugas buat nyetirin kita ke lokasi tujuan, sambil terus mantau GPS yang setia nemenin kita sepanjang perjalanan, sementara empat orang temen gw lain nya entah udah sampai alam mimpi part berapa. fuiiihhh....gw bener-bener ga tidur dari kemarin malem.

Padat n semrawutnya Jakarta di peak season reguler alias Jumat menuju weekend ini bener-bener harus gw trabas secepatnya biar sampai Bogor tepat tengah malem. Bermodal numpang mobil kantor yang emang biasa dipakai buat anteran balik beberapa temen gw yang rumahnya agak jauh dari kantor, gw meluncur ke Stasiun Cikini tapi sebelumnya gw makan malem dulu memendam lapar yang gw rasain dari tadi, begitu sampai gw langsung beli tiket Commuterline Bogor, untung udah ga padet jadi gw bisa dapet duduk dan mulai coba sedikit meredam kantuk yang gw tahan juga. sekitar 1,5 jam Commuterline gw sampai di Stasiun Bogor.

Dari situ gw langsung janjian sama dua orang temen gw di KFC depan stasiun. Gw juga masih harus nunggu tiga orang temen kita lain nya yang bawa mobil dari daerah Darmaga, Bogor. yaaah sekitar satu jam kalo ga macet.Bingung ngebunuh waktu buat nunggu mereka, kita mutusin buat nyari memory card kamera DSLR temen gw yang sialnya belum keisi memory card external. Sayangnya semua toko disekitaran stasiun udah pada tutup, kecuali warung-warung tenda penjaja makanan.fuuiihhh...
Setelah nunggu lagi 30 menitan ahirnya mobil temen gw dateng juga n langsung meluncur ke TKP.
 
Terimakasih Tuhan untuk pagi Mu yang begitu Indah, Fajar Mu yang begitu hangat...dan ombak di laut Mu yang begitu teduh pagi ini. Byuurr....segayung air seger memulihkan kesadaran n energi pagi. Hari ini kita siap buat lanjutin perjalanan ke tempat tujuan sesungguhnya..Sawarna.

Sekitar dua jam perjalanan dari Pantai Karang Hawung di Pelabuhan Ratu, naik turun bukit n nglewatin beberapa perkampungan ahirnya nyampe juga di tempat tujuan utama kita. Pertama kali nginjekin kaki disini emang agak bingung, karena kita ga ngeliat pantai or laut apapun. Makin penasaran, gak lama parkir kita disamperin beberapa penduduk yang ngarahin ke perkampungan yang banyak nawarin penginapan, sebuah jembatan gantung di atas sebuah sungai yang cukup lebar harus kita lewatin buat sampai di perkapungan Sawarna. Ada banyak pilihan penginapan disini, ada yang bener-bener rumah penduduk ada yang emang disiapin buat penginapan or resort. Buat sebuah penginapan tipe rumah panggung dengan 2 kamar tidur plus ruang tv kita dikenain harga 500ribu udah plus makan 3 kali sehari sampai besok. Kejangkau banget kaan...apa lagi kita bersepuluh.
Dapet penginapan udah, urusan perut juga udah...ini tujuan kita kan main air di pantai, pantaaiiii nyaaa manaaaa.....?????? pertanyaan pokok yang dari tadi pengen gw tanyain.

Hari mulai sore, pas kayaknya kalau bisa main air di pantai sambil nunggu sunset. Ada beberapa pilihan pantai yang bisa kita kunjungin selama di Sawarna, sayang nya ga bisa gw datengin semuanya berhubung waktu yang eamng ga keburu. Hmmmm....emang penuh warna banget nih daerah Sawarna.

*) Pantai Tanjung Layar
Gak butuh waktu lama buat sampai di pantai ini, dari penginapan kita dipandu penjaga villa buat nyusurin jalan setapak menuju pantai cuma sekitar 15 menit kita udah disuguhin bentang alam berupa bukit batu di tepi pantai. Dua bukit batu yang bentuknya mirip sama dua buah layar kapal, mungkin dari sini asal muasal nama Pantai Tanjung Layar. Untungnya pantai lagi surut, jadi kita bisa nyebrang ke bukit batu itu. Puas foto-foto n seru-seruan bareng sambil minum kelapa muda glondongan di warung-warung yang banyak berderet di tepi pantai, kita lanjut ke pantai pasir putih.

 *) Pantai Pasir Putih Sawarna
Tinggal nyusurin tepian pantai dari Tanjung Layar ke kanan atau arah balik kita sedikit ke kiri, kita udah bisa nemuin keindahan pantai pasir putih Sawarna dengan ombak yang cukup gede tapi masih bersahabat. Paling pas emang buat surfing. Banyak pengunjung yang manfaatin sore ini sambil berenang, duduk-duduk, main pasir ataupun surfing disini.Gak mau rugi gw n temen-temen langsung nyerbu ombak yang udah nungguin kita. I miss the beach a lot....

Semburat jingga di tepi barat perlahan mulai pudar diganti langit sendu...begitu juga dengan kami yang siap kembali ke peraduan menanti fajar di esok pagi.

*) Pantai Teluk Legon Pari
Hmmm....ga kerasa tidur gw pules banget setelah seharian main-main bercanda bareng ombak yang bersahabat. Sayang gw ga bisa nemuin sang fajar yang terlalu pagi menyapa saat gw masih lelap di bawah alam bawah sadar. Pantai...pantai dan pantai, mungkin kedengerannya bakalan bosen banget, tapi disini pantai nya beragam banget, atraksi alam yang lo temuin bakal beda-beda di tiap pantai yang kita datengin.

Kelar sarapan tanpa mandi, kita mulai lagi buat touring ke pantai selanjutnya, yaapp...sebuah pantai berbentuk teluk dengan ombak yang bersahabat namanya Teluk Legon Pari. Buat kesini kita kudu balik lagi ke Pantai Tanjung Layar n ke arah kiri nyusurin tebing karang yang lumayan panjang, sekitar 2km kayaknya ada. Disepanjang perjalanan banyak dihiasi karang-karang mati, padang lamun n para mahluk moluska yang berkeliaran. Aaahhh...berasa flashback ke masa kuliah gw...

Capek nyusurin pantai karang yang gw kira ga ada ujungnya, ahirnya nemuin juga dataran pasir putih berbentuk setengah lingkaran dengan ombak yang keliatan bersahabat. beberapa anak main di tepinya, beberapa orang lain nya ada yang nyewa perahu yang entah kemana tujuan nya, tapi gw ga tertarik. Gw lebih tertarik buat kembali beradu n bermain ombak. Puaaassss bangett!!!
*) Goa Lalay
Gak kerasa hari makin siang, saat nya kita balik ke Jakarta. Tapi sebelum pulang, sepanjang jalan menuju penginapan kita ngelewatin suguhan lain nya yang ada di Sawarna ini. yaapp..sebuah gua alam yang antah udah kebentuk berapa ratus tahun lalu. Namanya Gua Lalay, di gua ini ada 4 track yang bisa kita telusurin, tapi berhubung badan juga udah capk kita milih rute terpendek sekitar 400 meter.

Buat masuk ke dalam gua ini, kita kudu nyusurin genangan air, karena emang mulut gua ada di dalam aliran sungai kecil. Gelap n cukup licin pastinya, tinggal kewaspadaan dari kita aja yang harus dijaga. Kalau ga fokus, bisa -bisa kebentur stalaktit or stalagmit di depan kita.heee

Fuiiihhh....selesai sudah semua perjalanan kita di Sawarna, seru banget n penuh warna pastinya. Pengen lebih lama lagi di sini, tapi pasti gak mungkin banget. Saat nya kita berkemas n kembali ke peradaban.
Gak lupa isi perut n fisik, perjalanan masih panjang brooo......Jakarta berasa masih di alam mimpi. Jauuuuuhhhhh bangett....heee
***

12.14.2013

Journey to The East Java #Part3

Puas berpanas-panas ria di kaki Bromo,pas kayaknya kalo nyari yang dingin-dingin. Udah kebayang segernya es kelapa muda, es campur, es teler or kawan-kawan nya. Tapi apa daya susah buat nyari disini. Tapi berkat driver canggih kita, kita diajak ke salah satu tempat ngadem yang keren banget katanya disini.

Madakaripura. Dari guide yang nganter kita sih, katanya ini tempat semedinya Patih Gajah Mada, mungkin sang patih mo nyari wangsit atau ilham buat wujudin cita-citanya nyatuin bangsa ini.tsssaaahhh....tapi kayaknya emang pas banget sih ni tempat buat ngerefresh otak dari semua kekusutan, en sapa tau gw bisa dapet ide-ide baru buat kerjaan.yakalleee....hahaa
Buat nemuin tempat eksotis abis ini lo kudu jalan kaki "again" nyusurin aliran sungai yang alhamdulillahnya lagi gak banjir, jadi kita dengan santainya nyusurin sungai yang masih alami banget n banyak batu-batu gedenya, bahkan ada yang segede gajah gw rasa, mungkin ini juga kali yang bikin patih Gajah Mada kepincut sama tempat ini. [eehh, ampuun patih...] 

11.20.2013

Journey to The East Java #Part2

Hangatnya pantai dan semua keindahan alam yang kita temui di Segara anakan kepaksa harus kita tinggalin, padahal hasrat buat lebih lama disini masih ada banget, apa daya alam yang membatasi. Apalagi hari udah makin sore. Repot kalau kita belum sampe di Teluk Semut, tempat penjemputan kapal di Pulau Sempu. Ahirnya kapal yang kita tunggu dateng juga. Saatnya kita pulang!! Sunset menyapa kami sebagai tanda perpisahan...Terimakasih Pulau Sempu...
Kelar bersih-bersih mandi di Sendang Biru, kita langsung lanjutin perjalanan. Saatnya kita menuju Negeri di atas awan" yang kita impikan. Senja mengantarkan kami kembali ke Malang, bersiap melanjutkan perjalanan. Sekitar jam 10 malam kami sampai di Kota Apel, dari suasana n hawanya gw rasa ini bandungnya jawa Timur, berhubung bingung mo pada makan apa ahirnya mentok makan di McD..jiiaahh. Kalo gw sendiri mutusin buat makan di luaran toko nya si badut Ronald itu, kebetulan ketemu sama yang jualan Tahu Campur. Makanan dengan isi potongan tahu, toge, potongan daging dan kuah petisnya rasanya agak unik buat gw. campuran manis, asin n gurih nyatu di mulut. Not bad laah yaa buat ngisi perut malam ini.heee 
Beres makan-makan, kita mutusin buat ke Kota Batu, kota yang pernah gw datengin sekitar 3 tahun lalu, bisa diliat catetan perjalananya disini. Sekitar jam setengah 11-an kita nyampe Batu n langsung meluncur ke BNS yang emang wajib banget kalo mampir ke Batu apa lagi malem gini. Disini kita banyak ngabisin waktu buat foto-foto n masuk ke beberapa wahana.

10.09.2013

Journey to The East Java #Part1

Stress dengan kerjaan, sumpek dengan segala hal yang berbau kantor, atau bosan dengan perputaran waktu yang cuma dilewati dengan gitu-gitu aja..buat gw, obat mujarab nya yaa cuma traveling. kalo perlu sejauh-jauhnya deh...tapi sadar kantong juga lah!!

Dan segala rasa suntuk itu tadi sampe juga di gw n beberapa temen kantor gw!! jadilah kita mutusin buat kabur dari semua ini alias refreshing dengan jalur traveling. Dan rute yang kita pilih adalah ke ujung timur Pulau Jawa. 

Ga ada hal terindah selain segala pengharapan kita dikabulin sama Yang Maha Kuasa, apalagi keinginan kita buat refreshing ternyata bisa dibilang Mestakung "Semesta Mendukung". Gimana engga, udah dari lama masing-masing dari kita punya cita-cita buat ke Pulau Sempu n Bromo "sebuah negeri di atas awan", dan hari ini semuanya bisa terwujud karena dukungan semesta, buat perjalanan ini kita dapet tiket kereta  dengan harga promo, kereta eksekutif ke Surabaya yang biasanya dikisaran 400ribuan kita bisa dapet cuma 100ribu, bersyukur juga kita bisa dapet tiket pesawat buat pulang juga harga promo.heeee

9.03.2013

Jadi Tour Guide di Cirebon

Akhir Agustus kemaren, gw didaulat buat jadi "tour guide" temen kantor se-team yang pengen jalan-jalan di Cirebon. Yaahh...itung-itung liburan sekalian pulkam lah ya. Short weekend yang cuma Sabtu-Minggu, gak ngalangin niat kami buat liburan, dari hasil obrolan n masukan sana-sini ahirnya kita mutusin buat ke Cirebon, dengan pertimbangan gampang diakses n ga terlalu jauh dari Jakarta. Rencana awal ada tiga orang yang bakal join, "emaak" gw alias group head, Nana,  Zura n gw sendiri pastinya.Tapi sayangnya Zura harus batalin gara2 sakit yang gw sendiri gak ngerti, urusan cewek katanya.hahaaa
Sabtu subuh, gw harus siap-siap buat ke Gambir, tapi sebelumnya gw harus jemput partner gw dulu nana yang kebetulan searah. Sekitar jam 05.30 kita sampai di Gambir, sambil nunggu emak gw yang masih on the way. Setelah semuanya ngumpul masuklah kita buat check-in masuk kereta. Sesuai jadwal kereta jalan jam 06.00 pass. Dan pastinya sepanjang jalan banyak diabisin sama ngobrol, makan n foto-foto.hee
Gak berasa kita udah sampai di Stasiun Kejaksan Cirebon, durasi perjalanannya sekitar tiga jam, sesuai estimasi. Dari stasiun kita dijemput pihak hotel tempat kita nginep malam ini, eeh kecuali gw dink...gw ga ikut tidur di hotel tapi balik ke rumah.[nasib guide].