Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

3.10.2016

Liburan di Semenanjung Malaka : Tanjung Balai Karimun (Day 2)

31 Desember 2015. Hari terahir di tahun 2015.
Pagi ini gw diajak keliling kota Tanjung Balai Karimun buat nyari sarapan. Lagi-lagi vintage! Alamaak...kece banget ni arsitektur kota nya, berasa balik di jaman kolonial. halah! Kebanyakan warga sini menghabiskan paginya di kedai-kedai kopi yang banyak beredar di seluruh kota. Menu yang ditawarkan juga beragam ada lontong sayur, nasi lemak, roti prata, laksa ada juga mie lendir. 
Kenyang sama sarapan pagi ini, kita mau siap-siap lagi buat menuju spot wisata lain nya di Tanjung Balai Karimun ini. Kali ini kita mau ke sebuah danau kaolin yang gak beda jauh lah ya sama yang ada di Belitung.hee Gak dibuka untuk umum sih, mungkin karena lokasi nya masih ada di dalam kawasan pertambangan. Buat kesini jaraknya lumayan jauh dari pusat kota, sekitar 1 jam perjalanan dengan keadaan jalanan kosong, kebayang kan jauhnya. 

Jujur sih, kita aja nyusup-nyusup masuk semak-semak buat sekedar foto-foto ria.hehee dan sampai detik ini pun kita belum tau nama danau itu, kita sendiri aja update status di Path nyebutnya suka-suka ada yang danau hijau, danau biru, danau biru telor asin..bebas lah!hahaa 
Sayang nya keindahan danau ini gak bisa kita nikmatin lama-lama karena tiba-tiba hujan deras.
 
 
Hari makin sore, hujan makin deras, perjalanan masih panjang tapi perut udah keroncongan. Setelah hujan agak reda, akhirnya kita meluncur lewat jalur lain menuju jalanan baru dekat arah Pelabuhan dan Alun-alun kota, jalan ini masih diratakan dan beraspal tipis yang kadang sebagian lain nya bahkan belum diaspal. Katanya jalan ini akan jadi jalan utama yang akan menghubungkan tiap sudut pulau ini. Untunglah di salah satu sudut jalanan ini kita nemuin warung makan. Aaaah senangnya...

Disini mereka menyajikan menu khas juga, yaitu Laksa Kuah, Laksa Goreng dan Lendot. Laksa di sini beda dengan laksa yang biasa gw makan di Jakarta pake lontong. Laksa disini pakainya aci/sagu berbentuk kriting semacam cetakan krupuk basah yang bisa dikuahin atau digoreng. Kalau Lendot sendiri, gw bilang sih aneh bin ajaib banget ni makanan, nama nya juga baru gw dengen di sini. Isinya siput sedot, potongan kangkung yang dicampur kuah bening kental, gak kalah aneh kan isi nya? tapi yaah...itulah kekayaan kuliner nusantara yang harus kita banggain. hee

Detik-detik Tahun Baru.
Hujan masih belum berhenti walaupun langit makin gelap, tapi yaah namanya juga malam tahun baru, ada aja rombongan motor yang masih semangat seliweran di jalanan. Kalau kita sendiri sih lebih milih mager di rumah Puput sambil bikin acara barbeque sendiri. Makin mendekati countdown makin semarak langit di pulau ini, kalau gak ujan sih mungkin kita udah meluncur ke salah satu bukit deket sini buat ngeliat langit tahun baru di negeri seberang yang katanya bisa keliatan. Akhirnya dwuaarr...suara kembang api dari sudut rumah pun bergema, kita sorak-sorai sambil nikmatin musik dari DJ mixer milik abang nya Puput. Suasana makin semarak saat ada surprise birthday cake buat Mama nya Puput, iringan lagu Happy Birthday, ucapan selamat Tahun baru dan doa untuk semua mengiringi Hari baru di Tahun 2016 ini. Meski pun liburan tahun baru jauh dari keluarga sendiri, berada di tengah-tengah kehangatan keluarga sahabat juga jadi begitu berarti. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu mengiringi hari-hari di tahun yang baru ini...

HAPPY NEW YEAR 2016 -

2.21.2016

Liburan di Semenanjung Malaka : Tanjung Balai Karimun (Day 1)

30 Desember 2015. Lagi-lagi mengejar First Flight.
Pagi itu, langit masih begitu gelap, gw tinggalkan bilik kosan di area barat Ibu Kota. Sebuah mobil Xenia putih hasil order menggunakan aplikasi penyedia mobil sewaan yang kehadiran nya masih menjadi kontroversi di negeri udah siap menjemput menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tapi yah gak bisa dipungkiri juga kalo kebutuhan akan jasa seperti ini yang gw butuhkan sebagai penyelamat. Sebelum menuju bandara, dua partner travel gw kali ini (Dian & Karima) sudah menunggu di jalur searah untuk dijemput dan bersama-bersama menuju bandara. Dan satu orang partner lain nya yang juga sebagai tuan rumah langsung ketemuan di Bandara. Yups kali ini gw akan liburan menuju kampung halaman seorang teman di Semenanjung Malaka, tepatnya di Pulau Tanjung Balai Karimun, yang masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau, sebut saja dia Puput. hahaa
Liburan akhir tahun di tanjung balai karimun
Sebuah pulau kecil di semenanjung Malaka yang mungkin belum banyak orang tahu tentang nya. Berbeda dengan brother island nya Pulau Batam yang sudah banyak dikenal orang, Letaknya gak begitu jauh dari Pulau Batam, Karena itulah penerbangan kita harus menuju Batam lebih dulu, karena belum ada penerbangan langsung menuju Tanjung Balai Karimun. Dari Bandara kita harus menuju Harbour Bay Batam, sekitar 20 menit dari Bandara Hang Nahim, Batam, Dari Harbour Bay tersebut hanya butuh waktu menyeberang sekitar satu jam.
Hari masih pagi saat kami sampai di Tanjung Balai Karimun, suasana Pelabuhan yang begitu ramai dengan bahasa melayu nya, gak aneh juga kalau sebagian besar warga sini berbahasa melayu, karena warga sini darah rumpun melayu nya masih sangat kental apa lagi dulu memang pernah menjadi bagian dari kerajaan Malaka. Setelah dijemput di pelabuhan, sampailah kami di rumah Puput, kami langsung disuguhi menu seafood aneka rupa. almaakkk....gak mampu menolaknya perut ini!!! Kepiting asam manis, siput sedut dan kerang dara menjadi pereda rasa lapar kami siang itu. Kalappp!!!

Kenyang dengan urusan perut dan beristirahat sejenak, sore hari nya kami memulai perjalanan menyusuri pulau ini. Sebuah pantai sebelah barat pulau menjadi tujuan kami, yang dikenal dengan nama Pantai Pelawan, sebuah pantai dengan pasir putih halus dengan banyak saung-saung kecil di tepian nya. Di sini juga kami menikmati sunset sambil menyantap mie instan, karena kebetulan hujan sempat menyambut kami di perjalanan.hee

Setelah puas menikmati sunset di Pantai Pelawan, kami langsung menuju ke kawasan pasar malam akau. Sebuah pasar malam ala kawasan pecinan yang banyak menyuguhkan beragam barang-barang n menu kuliner pastinya. Setelah muter-muter pasar ahirnya kita mutusin buat menikmati berbagai menu khas daerah ini. Seporsi Martabak kari, Kwetiaw goreng, Sate Padang, Otak-otak, Miso (semacam soto mie) dan pastinya Teh tarik yang jadi minuman andalan khas melayu sini.
Tempat makan nya juga punya lokasi yang istimewa juga, klasik n vintage dengan konsep terbuka khas masa lalu dengan meja-meja kecil dikelilingi beberapa kursi malas berlapis lilitan tali berbahan lateks yang dulu sering gw temuin di rumah kakek nenek gw, jaman sekarang sih udah gak pernah liat lagi kursi semacam itu.heee

 Kalap-kalap deh sama deretan menu penutup malam ini, kita balik ke rumah puput buat istirahat.
Menu liburan akhir tahun yang menyenangkan...alamaakkkk!!!

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 4)

Jauh-jauh ke pulau kayaknya gak afdol kalo gak ketemu air laut kan...apa lagi biru nya air laut udah manggil-manggil kita...so, it's time to play! 


Berlanjut dari obrolan semalam, hari ini kita akan main air khusus nya snorkeling. Lewat orang homestay, kita booking paket snorkeling and hopping island di 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Air n Gili Meno). Sekitar jam 9 pagi, kita udah standby di lokasi travel agent yang akan ngebawa kita bersnorkeling ria, di sini kita daftar lagi dengan ngasih tiket yang sebelumnya udah kita bayar. Harga paket nya cukup kejangkau sekitar 100 ribuan udah dapet snorkel nya, life jacket/ fin (pilih salah satu) n menu makan siang yang kita konfirmasi dulu pas pendaftaran di jam keberangkatan.

Setelah beres dengan urusan pendaftaran, pilih menu makan siang ahirnya kita berangkat menuju spot pertama, ada sekitar 3 spot snorkeling yang akan kita kunjungin. Selama perjalanan ini, kurang lebih ada 30an peserta dalam satu glass bottom boat yang kebanyakan adalah bule dari beberapa negara, sempet kenalan sama bule cantik dari Belanda yang ternyata baru lulus SMA, gokil sih lulus SMA liburan nya ke Gili jauh-jauh dari Belanda bareng temen-temen nya, ada juga yang dateng dari Jerman yang liburan panjang buat ngabisin waktu jeda setelah resign dari perusahaan lama nya sebelum masuk ke kantor barunya. Damn! you guys make me so envy! bisa punya waktu panjang buat liburan ke luar negeri, n yang pastinya nilai tukar duit mereka lebih tinggi kalau dirupiahin, untung banyak broo.hahaahaa
  

Sayang spot-spot yang gw kunjungin kali ini gak sesuai ekspektasi. Spot terumbu karang nya gak terlalu bagus n air nya agak keruh, entah karena cuaca lagi jelek atau emang spot nya yang emang gak pas aja, walaupun sempet ngeliat penyus sisik melayang-layang dikejauhan tetep aja snorkeling kali ini gak puas n kurang nampol. yah mau gimana lagi. Sekitar jam 3 sore ahir nya perjalanan snorkeling ini selesai, kami langsung balik ke hotel n packing buat siap-siap buat balik ke Jakarta.

Kali ini, buat urusan balik, kita milih penerbangan langsung dari Lombok ke Jakarta. Lagi-lagi kami ambil first flight dari Lombok n hari senin, dengan harapan gw bisa langsung masuk kantor pas sampai Jakarta. hee
Sambil nunggu buat persiapan flight besok pagi, kita meluncur ke Pulau Lombok besar, tepatnya di ibu kota Mataram. Dari Gili Trawangan kita naik kapal umum yang harganya lebih murah sekitar 15 ribu dan turun di Pelabuhan Bangsal. Sesampainya di Pelabuhan Bangsal kami naik mobil yang dibawa temen ke Mataram, buat nginep semalam lagi, walaupun gak nyampe 24 jam di sini. Sambil menuju kota Mataram dan melewati daerah Senggigi, kami mampir sebentar di Bukit Malimbu yang bisa langsung ngeliat 3 Gili dari kejauhan & Pantai Batu Bolong yang sekilas mirip Tanah Lot nya Bali, karena ada pura di tengah karang bolong yang menjorok ke laut. Syukurlah sunset kedua di Lombok ini terasa lebih sempurna n epic banget warna gold nya.
 Malam makin saat kami meninggalkan kawasan Senggigi menuju Mataram. Sebuah hotel singgah menampung kami malam ini, berharap matahari pagi berjalan lebih lambat biar istirahat kami bisa lebih panjang malam ini. Di Mataram ini juga kami berpisah dengan dua orang lain nya yang masih harus melanjutkan eksplre Pulau Lombok.

Pagi datang begitu cepat dan menyadarakan kami kalau ini hari senin n setumpuk urusan kerjaan kembali menanti. Thanks buat sahabat yang udah kayak saudara...Indra & Sigit. gak berasa udah 11 tahun persahabatan ye broo!!sukses buat semua!!! Keep Traveling...
Sayang nya seluruh kemulusan perjalanan panjang ini harus ternoda oleh keterlambatan si "Lie on Air" yang udah jadi trade mark paten mereka bikin rusak seluruh planning. 
Kami baru masuk pesawat jam 9 pagi dari jadwal seharusnya jam 6 pagi. Fix dateng siang ke kantor!!!zzzZZZ #Ngantorbanget

*) Baca Day 3
#bachgeurvakansi

2.20.2016

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 3)

Sejuknya udara menyambut kami pagi ini, pepohonan rimbun di taman depan kamar bikin mata langsung seger, apa lagi biru nya kolam udah manggil-manggil kita buat terjun. Setelah berenang beberapa menit kita langsung sarapan n keliling daerah sekitar. Kebetulan di belakang hotel ada jalan setapak ngelewatin perkampungan, sawah n perkebunan warga. Ademmm bangett!!! Sayang gak banyak waktu yang bisa kami nikmatin di ubud ini, karena mobil travel jemputan udah siap di depan hotel untuk menjemput kami menuju Pelabuhan Padang Bay. Yupps...hari ini kita mau ke Gili Trawangan di Lombok sana. Sebuah pulau yang selama ini kami idam-idamkan buat disinggahi.
Butuh waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan darat dari Ubud ke Pelabuhan Padang Bai, dan sekitar satu jam penyeberangan juga buat sampai ke Gili Trawangan dengan Fastboat ini.
Dengan pakai fastboat ini penumpang langsung turun di Gili Trawangan, jadi gak harus ke Pulau besar Lombok dulu baru lanjut lagi buat transportasi ke Gili Trawangan. Walaupun harga nya lebih mahal, tapi worth it lah buat hasil nya, apa lagi buat traveler macam gw yang gak punya banyak waktu. Namanya juga Office getaway, work day menanti..hee

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, ahirnya sampailah kita di Gili Trawangan, Pulau Impian gw..Dream comes true!hahaa
Walaupun pas nyampe kita disambut hujan, tapi gak bikin semangat redup. The party's has just begun broo!!! Setelah meredam rasa lapar dengan semangkuk baso di warung dekat pelabuhan, dengan semangat 45 kita langsung menuju homestay tujuan yang udah gw booking sebelumnya.
Thanks to Traveloka deh yang bikin semua planning traveling gw kali ini berjalan mulus sesuai planning, dari mulai pesawat sampai hotel.

Setelah urusan check-in n naro barang di homestay selesai, kita langsung meluncur buat ngelilingin pulau ini yang pasti nya bebas dari asap kendaraan bermotor. Yeah healthy life banget di sini, pilihan nya kalo gak jalan kaki, naik cidomo semacam delman atau sepedaan.
Sepedaan ngelilingin pulau emang paling pas, selain kita bisa nikmatin segarnya udara pantai, kita juga bisa berhenti kapan pun ada spot keren buat sekedar menikmati suguhan alam, foto-foto dan numpang istirahat. Di sepanjang jalan banyak banget resort, homestay, cafe, resto, bar n semacam nya.


Sunset time! Apa lagi pemandangan yang paling di tunggu semua orang tiap ke pantai sore-sore, ya pasti sunset nya, sayang mendung masih menyelimuti n bikin sunset kali ini kurang nampol.hee
Dan tempat yang paling pas n lagi happening banget di Instagram adalah di pantai Hotel Ombak Sunset, walaupun spot ini punya hotel, tapi gak tertutup buat para pengunjung buat sekedar duduk-duduk di pantai sambil makan, minum n nikmatin live musik dari cafe nya atau cuma sekedar buat foto-foto di spot ayunan nya yang persis ada di tepi pantai, yang bikin foto makin epic kalo pas air pasang. Untunglah sungguh baik n pengertian pengelola nya sampai nyediain dua jenis ayunan, gak cuma ada yang buat pasangan biar bisa foto sambil romantis-romantisan tapi juga ada yang khusus buat para Jones (jomblo ngenes) yang bikin mereka tetep bisa eksis foto sendirian dengan background sunset sambil gigit jari atau pun nahan tangis di hati...who knows.hahaaa #curhatanpribadipenulis
Setelah capek muterin pulau kita balik ke homestay buat bersihin diri n lanjut buat cari makan malem, spot wajib yang harus dikunjungin waktu ke Gili Trawangan adalah pasar malem nya, karena di sini banyak berjejeran warung-warung makan dengan beragam menu pilihan yang bisa kita pilih sesuai selera, harga nya juga masih terjangkau.

Hari makin gelap, bukan berarti kehidupan pulau ini makin senyap, justru kebalikan nya semakin malam pulau ini makin hidup!!! Jejeran cafe, resto, bar n lounge menyajikan beragam pilihan genre musik buat para penikmat nya, dari musik Pop yang menye-menye, musik-musik dugem yang bikin kita pengen terus ngedance, musik Country sampai Reggae tinggal pilih sesuai selera. Di salah satu cafe itu juga gw ketemu temen-temen nya Indra dari Jakarta juga, jiaahh bisa pas kebetulan gitu mereka abis dari eksplore Pulau Lombok n mampir di Gili Trawangan karena kebetulan mereka punya bisnis travel juga.
Ngobrol-ngobrol kesana kemari gak nyangka udah tengah malem, balik ke homestay n istirahat karena besok masih lanjut lagi perjalanan yang lebih seru. Karena pulau ini dikelilingi sepenuhnya oleh laut...gak afdol kalo gak ketemu air laut kan?!! See yaa....

*) Baca Day 2.

11.30.2015

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 2)

Pagi kembali menyapa..saat nya lanjutin perjalanan ke Ubud. 
Mumpung masih di sekitar Kuta, kita sempetin diri buat mampir ke Pasar Seni Merta Nadi di Legian yang gak jauh dari hotel. Sambil jalan-jalan kita mutusin buat nyari tiket speedboat ke Gili yang banyak ditawarin travel-travel agent di sepanjang jalan. Dari harga di brosur n real nya ternyata cukup jauh juga harga antara turis lokal macam kita n buat bule. Lumayan bisa dapetin harga setengahnya kurang..plus di pick up di Ubud.yeayy!!

Setelah selesai dengan urusan hunting souvenir, kita balik ke hotel. Kebetulan ada temen kuliah yang sekarang stay di Bali n baru bisa meet up hari ini. Cerahnya Bali pagi tadi ternyata langsung berubah begitu kita sampai di Denpasar buat ke tempat makan Ayam Betutu khas Bali yang dijamin halal, karena yang punya muslim. Cuaca langsung berubah drastis dari cerah jadi mendung n hujan gede, tapi syukurlah gak begitu lama. Empat ekor ayam betutu utuh  ludes seketika.
Gak kerasa hari mulai sore bersamaan dengan perjalanan kami menuju Ubud. Belum sampai di Ubud, kita mutusin buat mampir ke sebuah pura di daerah Mengwi, Kabupaten Badung. Sebuah pura dengan keindahan taman air dan bangunan khas nya membuat takjub mata-mata kami.

Selesai dengan  kunjungan ke Pura Taman Ayun, kami langsung menuju hotel di Ubud yang kami pesan sebelumnya via online. Dengan harga 300ribuan, cukup terjangkau untuk sebuah kamar tipe paviliun lengkap dengan AC, bathtube, teras pribadi dan kolam renang plus breakfast pastinya.
Hari sudah semakin sore saat kami tiba di Ubud, selesai dengan urusan check in kami langsung meluncur mencari makan malam. Dan ahirnya Bebek Bengil pun jadi pilihan kami malam ini. Yaaah walaupun gw ga terbiasa dengan bebek alias gak suka, ahirny kepaksa makan juga. Jadilah malam ini juga untuk pertama kali nya gw makan bebek. Heheeheee
Sayang kebersamaan di Ubud hanya semalam, karena besok siang kami harus meninggalkan Ubud menuju destinasi selanjutnya. Yeaahh!!!


*) Baca Day 1 nya juga ya...!!!

10.20.2015

Office Getaway : Bali - Lombok (Day 1)


Biru. Cerah nya Pantai Kuta menyambut kami pagi itu. Pagi pertama yang kami temui setelah semalam, tepat nya tengah malam atau pagi buta pesawat kami landing di Bandara Ngurah Rai meninggalkan pekat nya langit Ibu Kota dan segudang pekerjaan.

Setelah memesan taksi bandara kami meluncur ke hotel tempat kami bermalam di kawasan Legian, Kuta. Lengangnya jalanan di tengah malam gini bikin semua berjalan mulus.
Malam terlalu lelah untuk sekedar berjalan di sekitaran hotel, empuk nya kasur dan dingin nya AC lebih menarik buat kami.

Pagi ini, Semangat 45 menyulut tekad kami menyusuri Pantai Kuta yang hanya berjarak tak sampai satu kilo meski agak terik di jam 10 pagi. yes we are in BALI!!! Lupain JAKARTA!!! teriak gw dalam hati. Planning hari ini adalah keliling Bali. Berkat bantuan temen baik gw Maya yg emang tinggal di Bali, kami dapat mobil rental untuk seharian milik karyawan suaminya. Gak mau ribet nyetir sendiri, kita milih buat pake driver biar waktu ga banyak terkuras buat nyari rute.heee

Dari kawasan Kuta kami langsung meluncur ke kawasan selatan Bali, di daerah Badung untuk mengunjungi  Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Sebuah taman wisata budaya yang juga menjadi landmark baru bagi pariwisata Bali. Tidak hanya bentang alam dan kemegahan patung Dewa Wishnu dan garuda berukuran raksasa saja yang bisa ditemui di sini, kita juga bisa menyaksikan pertunjukan seni tari khas bali secara gratis di dalam amphitheatre dan juga toko souvenir khas Bali di GWK Souvenir Shop dan Bali Art Market. Terik nya matahari tak menyurutkan niat kami berpanas-panasan mengabadikan setiap moment dengan kamera DSLR dan handphone kesayangan.
Dari kawasan GWK kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Dreamland di daerah Pecatu. Pantai ini berada di kompleks Bali Pecatu Graha, sebuah proyek gagal milik Tommy Soeharto. Untuk bisa bersantai di pantai ini pengunjung harus memarkirkan mobil mereka di area parkir khusus dan melanjutkan perjalanan ke pantai dengan mobil shuttle khusus pengunjung. Pantai pasir putih, birunya langit dan beningnya lautan berkilauan menyambut kami. Sayangnya di sini kami gak niat buat main air, cuma sekedar foto-foto cukup buat kami.heee
Matahari udah ngelewatin masa teriknya,,saat kita ninnggalin pantai Dreamland, dari situ kita langsung meluncur ke salah satu pantai yang cocok banget buat berendam di air yang tenang. Tapi sbelumnya kita ngisi perut dulu di salah satu tempat makan yang ada di sepanjang jalur Pecatu, namanya Warung Cikgo Ribs & Crab buat nyobaik menu spesial kepitingnya..mantap banget rasanya!

Selesai dengan seporsi kepiting n makanan pendamping lainnya, perjalanan pun berlanjut buat kembali mantai. masih di sepanjang jalur Pecatu ke arah Uluwatu, kita mampir ke Pantai Padang-padang yang makin terkenal gara-gara jadi salah satu setting film Eat-Pray-Love yang terkenal itu. Dan meenn...pantai ini beda banget sama pantai-pantai yang biasa nya kita temuin. Air laut yang tenang, jernih dan pasir pantai putih yang lembut bikin hati berasa adem. Gak pake mikir, kita langsung ambil ancang-ancang buat nyamperin jernihnya air laut yang ada di depan kita. Kami pun berenang kesana kemari, nyelamin setiap sudut pantai yang tenang ini. awesome...
Sayangnya kenikmatan ini harus berahir saat hari makin sore, dan kita masih punya pe-er buat ngejer sunset n spectashow di Pura Luhur Uluwatu. hohohooo

Gak butuh waktu lama buat sampai di Pura Luhur Uluwatu dari Pantai Padang-padang, karena emang lokasinya masih sejalur. Ahirnya kita sempet juga nemuin sunset di Pura Luhur Uluwatu, sebentar foto-foto kita langsung ambil tiket buat nonton Tari Kecak khas Bali yang udah kesohor itu. 

Di salah satu sudut Pura, berdiri sebuah arena pertunjukan yang emang khusus buat pertunjukan Tari Kecak. Sebuah bangunan semi permanen yang dibangun ala colosseum Roma dengan background keindahan langit dan laut lepas sepanjang sunset yang gak bisa terbantahin lagi keindahan nya. siap menemani. 

Alunan musik gamelan khas Bali mulai mengalun, pertanda pertunjukan siap di mulai. Sebuah obor bercabang menyala di tengah stage, dan gak lama sekumpulan pemuda berkostum sarung kotak-kotak hitam putih tanpa baju muncul melingkari obor sambil terus bernyanyi ala acapela dengan lirik berbunyi cakcak..cakcak..cakcak...diselingi tembang-tembang bahasa Bali yang gak gw ngerti apa artinya.hee 
Semakin menarik saat beberapa penari wanita masuk ke tengah kerumunan dengan gerakan gemulainya, lalu diganggu beberapa sosok tinggi besar berwajah garang yang mencoba uuntuk menculiknya, stelah terjadi keributan ahirnya munculah seekor monyet putih yang gw kenal sebagai Hanoman, dan ahirnya gw memahami ini cerita apa. yaapph...sebuah legenda Ramayana yang kita semua pasti udah sedikit banyak tahu. Telat banget gw nyadarnya, padahal pas nerima tiket masuk kita dikasih kertas tentang cerita pertunjukan kali ini. owalaahh gak ngeh dan gak sempet baca gw..hahahaaa

Selesai semua urusan di kawasan Selatan Bali, kita kembali ke pusat keramaian di Kuta, kembali ke hotel, mandi dan bersih-bersih buat lanjut ngejelajahin kehidupan malam nya Kuta.hehehee....

- nite -

7.21.2014

Sawarna Penuh Warna

Langit mulai memancarakan sinar merahnya saat gw dan rombongan sampai di tepi Pantai Karang Hawung Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Rasa capek n ngantuk berhasil menuhin pikiran gw yang hampir 6 jam berkutat dengan perjalanan berliku menuju Pelabuhan Ratu. Apa lagi gw duduk di bangku depan sebelahan sigit yang bertugas buat nyetirin kita ke lokasi tujuan, sambil terus mantau GPS yang setia nemenin kita sepanjang perjalanan, sementara empat orang temen gw lain nya entah udah sampai alam mimpi part berapa. fuiiihhh....gw bener-bener ga tidur dari kemarin malem.

Padat n semrawutnya Jakarta di peak season reguler alias Jumat menuju weekend ini bener-bener harus gw trabas secepatnya biar sampai Bogor tepat tengah malem. Bermodal numpang mobil kantor yang emang biasa dipakai buat anteran balik beberapa temen gw yang rumahnya agak jauh dari kantor, gw meluncur ke Stasiun Cikini tapi sebelumnya gw makan malem dulu memendam lapar yang gw rasain dari tadi, begitu sampai gw langsung beli tiket Commuterline Bogor, untung udah ga padet jadi gw bisa dapet duduk dan mulai coba sedikit meredam kantuk yang gw tahan juga. sekitar 1,5 jam Commuterline gw sampai di Stasiun Bogor.

Dari situ gw langsung janjian sama dua orang temen gw di KFC depan stasiun. Gw juga masih harus nunggu tiga orang temen kita lain nya yang bawa mobil dari daerah Darmaga, Bogor. yaaah sekitar satu jam kalo ga macet.Bingung ngebunuh waktu buat nunggu mereka, kita mutusin buat nyari memory card kamera DSLR temen gw yang sialnya belum keisi memory card external. Sayangnya semua toko disekitaran stasiun udah pada tutup, kecuali warung-warung tenda penjaja makanan.fuuiihhh...
Setelah nunggu lagi 30 menitan ahirnya mobil temen gw dateng juga n langsung meluncur ke TKP.
 
Terimakasih Tuhan untuk pagi Mu yang begitu Indah, Fajar Mu yang begitu hangat...dan ombak di laut Mu yang begitu teduh pagi ini. Byuurr....segayung air seger memulihkan kesadaran n energi pagi. Hari ini kita siap buat lanjutin perjalanan ke tempat tujuan sesungguhnya..Sawarna.

Sekitar dua jam perjalanan dari Pantai Karang Hawung di Pelabuhan Ratu, naik turun bukit n nglewatin beberapa perkampungan ahirnya nyampe juga di tempat tujuan utama kita. Pertama kali nginjekin kaki disini emang agak bingung, karena kita ga ngeliat pantai or laut apapun. Makin penasaran, gak lama parkir kita disamperin beberapa penduduk yang ngarahin ke perkampungan yang banyak nawarin penginapan, sebuah jembatan gantung di atas sebuah sungai yang cukup lebar harus kita lewatin buat sampai di perkapungan Sawarna. Ada banyak pilihan penginapan disini, ada yang bener-bener rumah penduduk ada yang emang disiapin buat penginapan or resort. Buat sebuah penginapan tipe rumah panggung dengan 2 kamar tidur plus ruang tv kita dikenain harga 500ribu udah plus makan 3 kali sehari sampai besok. Kejangkau banget kaan...apa lagi kita bersepuluh.
Dapet penginapan udah, urusan perut juga udah...ini tujuan kita kan main air di pantai, pantaaiiii nyaaa manaaaa.....?????? pertanyaan pokok yang dari tadi pengen gw tanyain.

Hari mulai sore, pas kayaknya kalau bisa main air di pantai sambil nunggu sunset. Ada beberapa pilihan pantai yang bisa kita kunjungin selama di Sawarna, sayang nya ga bisa gw datengin semuanya berhubung waktu yang eamng ga keburu. Hmmmm....emang penuh warna banget nih daerah Sawarna.

*) Pantai Tanjung Layar
Gak butuh waktu lama buat sampai di pantai ini, dari penginapan kita dipandu penjaga villa buat nyusurin jalan setapak menuju pantai cuma sekitar 15 menit kita udah disuguhin bentang alam berupa bukit batu di tepi pantai. Dua bukit batu yang bentuknya mirip sama dua buah layar kapal, mungkin dari sini asal muasal nama Pantai Tanjung Layar. Untungnya pantai lagi surut, jadi kita bisa nyebrang ke bukit batu itu. Puas foto-foto n seru-seruan bareng sambil minum kelapa muda glondongan di warung-warung yang banyak berderet di tepi pantai, kita lanjut ke pantai pasir putih.

 *) Pantai Pasir Putih Sawarna
Tinggal nyusurin tepian pantai dari Tanjung Layar ke kanan atau arah balik kita sedikit ke kiri, kita udah bisa nemuin keindahan pantai pasir putih Sawarna dengan ombak yang cukup gede tapi masih bersahabat. Paling pas emang buat surfing. Banyak pengunjung yang manfaatin sore ini sambil berenang, duduk-duduk, main pasir ataupun surfing disini.Gak mau rugi gw n temen-temen langsung nyerbu ombak yang udah nungguin kita. I miss the beach a lot....

Semburat jingga di tepi barat perlahan mulai pudar diganti langit sendu...begitu juga dengan kami yang siap kembali ke peraduan menanti fajar di esok pagi.

*) Pantai Teluk Legon Pari
Hmmm....ga kerasa tidur gw pules banget setelah seharian main-main bercanda bareng ombak yang bersahabat. Sayang gw ga bisa nemuin sang fajar yang terlalu pagi menyapa saat gw masih lelap di bawah alam bawah sadar. Pantai...pantai dan pantai, mungkin kedengerannya bakalan bosen banget, tapi disini pantai nya beragam banget, atraksi alam yang lo temuin bakal beda-beda di tiap pantai yang kita datengin.

Kelar sarapan tanpa mandi, kita mulai lagi buat touring ke pantai selanjutnya, yaapp...sebuah pantai berbentuk teluk dengan ombak yang bersahabat namanya Teluk Legon Pari. Buat kesini kita kudu balik lagi ke Pantai Tanjung Layar n ke arah kiri nyusurin tebing karang yang lumayan panjang, sekitar 2km kayaknya ada. Disepanjang perjalanan banyak dihiasi karang-karang mati, padang lamun n para mahluk moluska yang berkeliaran. Aaahhh...berasa flashback ke masa kuliah gw...

Capek nyusurin pantai karang yang gw kira ga ada ujungnya, ahirnya nemuin juga dataran pasir putih berbentuk setengah lingkaran dengan ombak yang keliatan bersahabat. beberapa anak main di tepinya, beberapa orang lain nya ada yang nyewa perahu yang entah kemana tujuan nya, tapi gw ga tertarik. Gw lebih tertarik buat kembali beradu n bermain ombak. Puaaassss bangett!!!
*) Goa Lalay
Gak kerasa hari makin siang, saat nya kita balik ke Jakarta. Tapi sebelum pulang, sepanjang jalan menuju penginapan kita ngelewatin suguhan lain nya yang ada di Sawarna ini. yaapp..sebuah gua alam yang antah udah kebentuk berapa ratus tahun lalu. Namanya Gua Lalay, di gua ini ada 4 track yang bisa kita telusurin, tapi berhubung badan juga udah capk kita milih rute terpendek sekitar 400 meter.

Buat masuk ke dalam gua ini, kita kudu nyusurin genangan air, karena emang mulut gua ada di dalam aliran sungai kecil. Gelap n cukup licin pastinya, tinggal kewaspadaan dari kita aja yang harus dijaga. Kalau ga fokus, bisa -bisa kebentur stalaktit or stalagmit di depan kita.heee

Fuiiihhh....selesai sudah semua perjalanan kita di Sawarna, seru banget n penuh warna pastinya. Pengen lebih lama lagi di sini, tapi pasti gak mungkin banget. Saat nya kita berkemas n kembali ke peradaban.
Gak lupa isi perut n fisik, perjalanan masih panjang brooo......Jakarta berasa masih di alam mimpi. Jauuuuuhhhhh bangett....heee
***